RehabilitasiBNN Tingkatkan Kompetensi Bidang Cognitive Behavior Therapy (CBT) Petugas Rehabilitasi

BNN Tingkatkan Kompetensi Bidang Cognitive Behavior Therapy (CBT) Petugas Rehabilitasi

Dalam upaya meningkatkan kualitas layanan rehabilitasi di Balai Rehabilitasi dan Klinik BNN/BNNP/BNNK, Direktorat Penguatan Lembaga Rehabilitasi Instansi Pemerintah Deputi Bidang Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional menyelenggarakan kegiatan Peningkatan Kompetensi Petugas Rehabilitasi BNN dalam bidang Cognitive Behavior Therapy (CBT) di Jakarta pada 23 s.d. 27 November 2016.

Kegiatan ini diikuti oleh 30 orang petugas pemberi layanan rehabilitasi dari 6 Balai/Loka Rehabilitasi BNN dan Klinik BNN Pusat, BNNP Lampung, BNNP Jawa Timur, BNNP DIY, BNNP Sumatera Barat, BNNP Jawa Tengah, BNNK Jakarta Utara, serta BNNK Tangerang Selatan.

“Peningkatan kualitas layanan rehabilitasi perlu ditunjang oleh tersedianya petugas yang profesional dan kompeten, untuk itu diperlukan peningkatan kemampuan petugas pelaksana rehabilitasi BNN”, ujar Brigjen Pol. Ida Utari Purnamasasi, S.AP, MA, Direktur PLRIP Deputi Bidang Rehabilitasi BNN, saat pembukaan acara tersebut, Rabu (23/11).

Dalam rangka mengembangkan upaya rehabilitasi medis dan sosial bagi pecandu dan penyalah guna narkotika secara holistik, integral dan berkelanjutan diperlukan penataan kelembagaan yang efektif dan efisien melalui penguatan bussiness process  meliputi pembenahan SDM, pembenahan manajemen regulasi, dan informasi P4GN serta penguatan peningkatan akses dan layanan rehabilitasi.

Setelah mengikuti kegiatan ini, Ida berharap agar para petugas rehabilitasi yang telah dilatih ini mengalami peningkatan baik dalam hal  pengetahuan maupun pemahamannya mengenai kosep dasar, prinsip-prinsip dan strategi CBT serta dapat menerapkan metode CBT di Balai/Loka Rehabilitasi dan Klinik BNN/BNNP/BNNK sehingga dapat memberikan layanan rehabilitasi yang berkualitas dan pada akhirnya dapat membantu penyalah guna dan/atau pecandu narkotika untuk pulih dan tidak kambuh kembali.

Selanjutnya hadir sebagai narasumber Deputi Rehabilitasi BNN, Dr.dr.Diah Setia Utami, Sp.KJ, MARS. Dalam pemaparannya disampaikan bahwa CBT merupakan suatu bentuk terapi wawancara atau talk therapy yang digunakan untuk mengajarkan, mendorong, dan mendukung individu tentang bagaimana menghentikan penggunaan narkotika dan mempertahankan kepulihannya.

“CBT merupakan metode pemulihan dengan pendekatan konseling yang menitik beratkan pada restrukturisasi atau pembenahan kognitif yang menyimpang akibat kejadian yang merugikan dirinya baik secara fisik maupun psikis”, sambung Diah.

Konseling ini diarahkan kepada modifikasi fungsi berpikir, merasa dan bertindak, dengan menekankan otak sebagai penganalisa, dan pengambil keputusan. Sedangkan, pendekatan pada aspek behavior diarahkan untuk membangun hubungan yang baik antara situasi permasalahan dengan kebiasaan mereaksi permasalahan.

Deputi Rehabilitasi juga menjelaskan bahwa Metode CBT cocok diimplementasikan pada tahap klien sudah melakukan perubahan dan dalam fase mempertahankan kepulihannya dalam hal ini yaitu pada tahap Re-Entry atau pascarehabilitasi.

Sementara itu, Ira Oktora, M.Psi (Psikolog Klinis RSKO Jakarta) menyampaikan materi tentang Strategi Perilaku Kognitif dalam penanganan peyalahgunaan narkotika. Dalam materi ini dipaparkan dan dipraktekan teknik CBT untuk treatment adiksi diantaranya analisis fungsional dan faktor pencetus (trigger) kekambuhan, strategi mengatasi keinginan kuat untuk menyalahgunakan kembali (craving), memberikan keterampilan menolak penyalahgunaan narkotika, pencegahan efek pelanggaran abstinen, dan membuat perubahan gaya hidup.

Ketika disinggung tentang kegiatan ini, dr. Puspita Jauharil Farra peserta yang berasal dari BNNP Jawa Tengah menyampaikan bahwa pelatihan ini telah membuka wacana petugas rehabilitasi bahwa metode terapi pada layanan rehabilitasi yang digunakan tidak hanya satu, tetapi bisa juga dengan metode lainnya salah satunya CBT. CBT juga dapat dikombinasikan dengan farmakoterapi yang dilaksanakan di kliniknya.

Selanjutnya dr. Fatimah Amelia (Kepala Seksi Medis Balai Rehabilitasi BNN Tanah Merah Kalimantan Timur) menyampaikan rencana aksi dalam rangka mengimplementasikan metode CBT di balai rehabilitasinya.

“Setelah mengikuti kegiatan ini, akan disosialisasikan/dipaparkan tentang konsep CBT kepada seluruh jajaran termasuk manajemen dan petugas rehabilitasi lainnya, membentuk Tim CBT, dan mulai mencoba menerapkan metode CBT kepada beberapa klien kemudian mengevaluasi hasilnya”, pungkasnya.

Bagikan Artikel Ini