PemberantasanLadang Ganja Dimusnahkan, Riset Tanaman Alternatif Mutlak Dilakukan

Ladang Ganja Dimusnahkan, Riset Tanaman Alternatif Mutlak Dilakukan

Badan Narkotika Nasional (BNN) kembali melakukan pemusnahan ladang ganja di areal perbukitan daerah Desa Meurah, Lamteuba, kec Seulimeum, Aceh Besar. Operasi pemusnahan ladang ganja yang dilanjutkan dengan upaya pemberdayaan masyarakat melalui penanaman pengganti ganja perlu dioptimalkan dengan  riset khusus tentang jenis  tanaman alternatif yang cocok dengan sesuai kondisi tanah bekas ladang ganja tersebut.

Terkait hal ini, Deputi Pemberantasan BNN dalam hal ini diwakili oleh Kasubdit Narkotika Alami Direktorat Narkotika BNN, Anggoro Sukartono mengatakan pentingnya melibatkan akademisi atau peneliti untuk mengkaji kandungan tanah yang  ada sehingga nantinya bisa ditanami tanaman yang sesuai dan bisa memberikan hasil signifikan.

“jika mereka menanam tanpa didahului hasil riset sebelumnya lalu tanamannya pada akhirnya mati dan tidak produktif maka dikhawatirkan mereka menanam ganja lagi”, imbuh Anggoro.

Oleh karena itulah usai melakukan pemusnahan ladang ganja ini, tim BNN mengambil sample tanah di ladang ganja ini untuk dibawa ke Jakarta dan dilakukan penelitian di laboratorium.

Pengungkapan ladang ini merupakan hasil kerja sama lintas sektor. Pada awalnya LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional) memberikan data koordinat ladang ganja yang dicurigai terdapat ladang ganja  di perbukitan Lamteuba melalui citra satelit. Selanjutnya dilakukan upaya penyelidikan yang mendalam oleh tim BNN dan jajaran Polda Aceh untuk memastikan ladang tersebut adalah ladang ganja.

Anggoro juga menyebutkan bahwa upaya gencar dan masif telah dilakukan BNN dalam upaya pemberantasan ladang ganja.

“Di Ladang kali ini tinggi tumbuhannya bervariasi dan bukan jenis hibrida. Dan  itu perlu segera dimusnahkan sebelum dilakukan panen”, imbuh Anggoro usai memusnahkan ladang ganja Lamteuba, Selasa (6/12).

Medan yang harus ditempuh para petugas  untuk mencapai lokasi ladang ganja ini cukup menantang dan sebagian ladang berada dalam kemiringan yang cukup curam. Posisi ladang ganja berada di ketinggian 449 MDPL  di titik koordinat 05 derajat 29 menit 10,6 detik. Adapun luas ladang tersebut 1,261 hektar dengan ketinggian tanaman bervariasi dari 30-150 cm.

Tim operasi gabungan ini terdiri dari jajaran BNN RI, TNI, Propam Polri, Direktorat Narkoba Polda Aceh, Brimob Polda Aceh dan Polres Aceh Besar.

Bagikan Artikel Ini